Vaksin khusus wanita
Pemberian vaksin bagi
wanita sama dengan pemberian vaksin untuk orang dewasa dan yang membuat sedikit
berbeda adalah pada wanita terdapat fase
kehamilan. Namun perli diingat, meski
ada beberapa jenis vaksin yang
diperkenankan pada saat kehamilan, tetapi
sebaiknya tidak diberikan pada saat kehamilan berlangsung.
Vaksinasi
pada wanita banyak ditujukan untuk premarital dan pencegahan kanker serviks.
Berikut adalah jenis vaksin yang direkomendasikan pada wanita :
I.
Vaksinasi HPV
- Tujuan pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah kanker serviks. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu jam satu orang wanita meninggal akibat kanker ini. Human Papilloma Virus merupakan biang kerok penyebab penyakit yang satu ini. Virus ini sering didapatkan pada wanita yang memiliki riwayat seksual aktif. Namun pada sebagian besar wanita, infeksi karena HPV tidak berlangsung lama dan tidak semuanya menyebabkan kanker.
Human
Papilloma Virus terdiri dari hampir 40 tipe, lebih kurang 15
tipe berhubungan dengan kanker leher rahim dan kanker di sekitar anus, vulva,
dan vagina. Infeksi ini sering tidak bergejala klinis dan dapat sembuh dalam
rentang waktu 1-1.5 tahun. Anak perempuan usia 11-13 tahun sebaiknya melakukan
imunisasi HPV secara rutin sebanyak 3 dosis, dengan rentang waktu 0, 2, 6
bulan. Interval waktu minimal antara
suntikan pertama dan kedua adalah 4 minggu, sedangkan interval waktu
antara suntikan kedua dan ketiga yakni 12 minggu.
Vaksin HPV tidak dianjurkan bagi wanita hamil atau
jika sudah terlanjur diberikan maka dosis selanjutnya harus ditunda
pemberiannya hingga melahirkan selesai.
Imunisasi HPV yang ada saat ini tidak melindungi seluruh tipe infeksi
HPV, sehingga pap smear masih harus
dilakukan meskipun telah mendapat vaksin HPV. Apabila hendak menikah, vaksinasi
sebaiknya dilakukan sejak 6 bulan sebelum menikah.
II.
Vaksin MMR
MMR alias measles
(campak), Mumps (gondongan), dan Rubella ( campak jerman) adalah penyakit
yang serius. Virus ini menyebabkan ruam, batuk pilek, iritasi mata dan demam. Mumps akan menyebabkan iritasi pada kelenjar parotis.
Biasanya anak-anak akan mendapat dua dosis vaksin MMR. Dosis pertama antara
usia 12-15 bulan, untuk dosis kedua dianjurkan pada umur 4-6 tahun.
Hal yang patut diperhatikan dalam pemberian vaksin
MMR adalah seseorang yang pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa
terhadap gelatin, antibiotik neomisin, atau
terhadap dosis pertama MMR, disarankan tidak diberikan. Penting untuk diingat
pada wanita sebaiknya tidak hamil selama 4 minggu setelah vaksin di suntikkan.
Sebelum mengaplikasikan vaksin, sebaiknya
berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ada terinfeksi HIV/AIDS atau
penyakit lainnya yang menyerang sistem kekebalan tubuh.
III.
Vaksin Inlufenza
Vaksin influenza merupakan tipe vaksin tahunan,
karena itu harus diulang setiap tahunnya mengikuti perubahan dari virus
influenza. Vaksinasi flu tahunan sebaiknya dimulai pada bulan September atau
sesegera mungkin setelah vaksin tersedia dan
dilanjutkan selama musim influenza, yaitu dibulan Desember, Januari dan
sesudahnya.
Individu yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi
fluenza setiap tahun antara lain adalah anak-anak berusia 6 bulan- 19 tahun,
wanita hamil, berusia 50 tahun atau lebih, individu segala usia dengan kondisi
medis kronis, individu dalam perawatan jangka lama lain, serta individu bersama
orang yang berisiko menularkan pastinya.
IV.
Vaksin Hepatitis A
Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh virus yang
disebarkan oleh tinja si penderita, biasanya melalui makanan (fecal – oral),
bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Vaksin hepatitis A
diberikan dua dosis dengan jarak 6- 12bulan pada individu berisiko terjadinya infeksi virus hepatitis A, seperti
penyaji makanan (food handlers) dan mereka yang menginginkan imunitas.
V.
Vaksinasi Hepatitis B
Semua orang
(khususnya) yang telah aktif secara seksual, perlu mendapatkan vaksin ini.
Banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa penyakit ini ditularkan melalui
hubungan seksual, jarum suntik, dan penularan kepada bayi dari ibu yang
mengandung.
Satu syarat utama
sebelum melakukan vaksinasi hepatitis B adalah pengambilan darah untuk
mengetahui apakah kita positif terinfeksi penyakit ini. Vaksin Hepatitis B
hanya diberikan kepada individu yang belum terinfeksi. Pemberian Vaksin ini
dilakukan sebanyak 3 kali, yakni bulan ke-0, ke-1, dan ke-5. Antara suntikan
pertama dan kedua diperlukan rentangwaktu sekitar satu bulan sedangkan untuk
suntikan ketiga diberikan enambulan berikutnya.
VI.
Vaksinasi Varicella
Varicella, atau
yang dikenal dengan chicken pox alias
cacar air dapat diberikan pada perempuan dengan usia 14 tahun yang belum pernah
terkena cacar air. Vaksin Varicella juga perlu diberikan pada individu yang
akan kontak dekat dengan pasien berisiko tinggi terjadinya komplikasi, misalnya
petugas kesehatan dan keluarga yang kontak dengan individu imunokompromais
alias yang fungsi sistemnya menurun.
Pertimbangkan
vaksinasi bagi mereka yang berisiko tinggi terpapar virus varicella, umumnya
mereka yang bekerja sebagai pengajar anak-anak, petugas kesehatan, residen serta
staf dilingkungan institusi, mahasiswa, wanita usia subur yang belum hamil, dan
mereka yang sering melakukan perjalanan kerja atau wisata. Vaksinasi terdiri
dari 2 dosis yang diberikan 4-8 minggu.
VII.
Vaksinasi Td/Td-Ap
Vaksin Td/Tdap
alias tetanus, Diphteria, dan Acellular Pertusis adalah vaksin yang sebelumnya
dikenal dengan istilah DPT. Disamping vaksin HPV, vaksin Td/Tdap ini merupakan
vaksin yang paling sering diberikan pada wanita saat premarital. Biasanya, vaksin ini sudah diberikan sejak kecil karena
masuk program wajib. Seluruh orang dewasa harus mendapatkan vaksinasi lengkap 3
dosis seri primer dari difteri dan toksoid tetanus, dengan 2 dosis diberikan
paling tidak dengan jarak waktu 4 minggu dan dosis ketiga diberikan 6-12 bulan
setelah dosis kedua.
Pada orang dewasa
yang belum pernah mendapat imunisasi tetanus dan difteri sebelumnya, maka
diberikan seri primer diikuti dosis penguat setiap 10 tahun.


1 komentar:
Write komentarDalam rangka memeriahkan perayaan IDUL FITRI/Hari Lebaran 1440 Hijriyah, BOLAVITA turut merayakannya dalam bentu berbagai BONUS SPECIAL yaitu Ketupat Lebaran untuk para member setia.
ReplyKetupat Lebaran yang dimaksud adalah dalam bentuk FREECHIP senilai Rp 25.000 untuk yang bermain di situs POKER ONLINE kami yaitu POKERVITA. .
Syarat dan ketentuan:
• Berlaku untuk seluruh member BOLAVITA
• Minimal melakukan Deposit Rp 500.000,-
• Setiap melakukan Deposit minimal Rp 500.000 akan mendapatkan BONUS 1 Ketupat
• Nilai 1 Ketupat adalah Rp 25.000 FREECHIP di POKERVITA
• Berlaku kelipatan Deposit, contoh: Deposit Rp 500.000 akan mendapatkan 1 Ketupat, jika Deposit Rp 1.000.000 maka akan mendapatkan 2 Ketupat dan seterusnya
• Maksimal Bonus 4 Ketupat PERHARI
• Bonus akan diberikan setelah melakukan TURNOVER 1x dari nilai Deposit awal
• Setelah melewati batas TURNOVER, otomatis BONUS akan masuk ke akun POKERVITA atau dapat di claim ke Customer Service
• Batas Claim Bonus hanya berlaku selama promo ini berlangsung
• Dilarang terdapat kesamaan data registrasi member ataupun IP • BOLAVITA berhak mengubah ataupun membatalkan promo apabila terdapat indikasi kecurangan
• Promo ini berlaku tanggal 4 dan 5 Juni 2019
Lebaran 2019 1440 Hijriyah tepatnya jatuh pada tanggal 5 Juni 2019 hari Rabu. Di indonesia, dalam menyambut hari besar Agama Islam ini diadakan cuti bersama dari tanggal 3 - 7 Juni 2019. Maka oleh sebab itu untuk Anda yang ingin mendapatkan uang tambahan ataupun mengisi waktu luang, disini BOLAVITA mengadakan EVENT PROMO khusus Lebaran ini. .
Daftar dan gabung sekarang di www.bolavita.ltd untuk dapatkan bonus Ketupat!!
Baca juga =
1. Daftar Sabung Ayam Cara S128 di BOLAVITA
2. Promo Promo BOLAVITA
Untuk info selanjutnya, bisa hubungi kami VIA:
BBM : BOLAVITA / D8C363CA
Whatsapp : +62812-2222-995
Livechat 24 Jam