Setiap orang
khususnya yang telah aktif dalam dunia pekerjaan tentunya menginginkan adanya
peningkatan karier. Segala usaha dan upaya pun dilakukan agar posisi karier
beranjak ke anak tangga yang lebih tinggi lagi, namun terkadang peningkatan
ataupun promosi dalam karier tak kunjung datang. Nah jika hal ini terjadi,
jangan dulu menyalahkan atasan ataupun manajemen kantor. Pasalnya, penilaian
atas seorang karyawan bisa saja mencakup banyak hal. Siapa tahu, justru
kebiasaan buruk anda yang menjatuhkan “nilai” didepan atasan.
Tela’ah dan
perbaiki sebelum Anda membayar kesalahan tersebut dengan kehilangan pekerjaan,
ya.
·
Berbohong
Bentuknya bisa
bermacam-macam. Bukan sekedar mengaku sudah menyelesaikan dokumen tertentu dan
telah mengirim fax padahal Anda samasekali belum melakukannya, tapi bisa juga
dengan memalsukan identitas, melakukan peniruan atau plagiat, mengotak-atik
catatan jam lembur atau reimburse,
dan bentuk kebohongan lain.
Memanfaatkan
ketidaktahuan pemilik perusahaan untuk memperkaya diri jelas merupakan
pekerjaan yang membuat karier dalam bahaya. Begitu pula jika anda membuat
kredibilitas perusahaan terancam karena melakukan plagiat.
·
Suka
Menunda
Kebiasaan ini jelas
akan merugikan diri sendiri. Saat bekerja dalam tim dan Anda adalah
satu-satunya orang yang suka menunda pekerjaan, kebiasaan ini juga akan
merugikan “nasib” anggota tim tertahan pada anda.
Lebih buruk lagi,
apabila sudah tertahan pada anda lalu proyek tersebut gagal pula. Maka tak
heran, karyawan yang terbiasa menunda pekerjaan hingga membuat deadline terlambat cenderung tak
dipercaya memegang proyek besar.
·
Sikap
Negatif
Beberapa diantara
kita mungkin pernah menggosip dan mengeluh. Lakukan hal ini sesering mungkin
jika ingin pekerjaan anda dalam ancaman bahaya. Ingat, semua kebiasaan ini tak
akan membuat hidup jadi lebih mudah. Justru, rekan kerja akan merasa terganggu.
Contoh lain, kadang ketika terlalu asik berbincang, misalnya, Anda lupa bahwa
rekan kerja itu datang kekantor untuk bekerja, bukan hanya bersosialisasi.
Tentunya kita tidak ingin menjadi seseorang yang dijauhi ditempat kerja, bukan?
Oleh karena itu, lebih baik kontrol diri dan atur volume suara Anda.
Nilai tambah akan
diperoleh bila Anda berkontribusi Positif terhadap pekerjaan, perusahaan, bukan
dengan memberikan sumbangsih aura negatif di kantor.
·
Datang
terlambat
Sering datang
terlambat kekantor atau saat kembali dari istirahat makan siang, mencerminkan
ketidakpedulian.
Untuk itulah,
sebisa mungkin usahakan datang ontime
atau sedikit lebih awal untuk menunjukkan komitmen Anda terhadap perjanjian
kerja yang sudah disepakati. Pasalnya, disengaja atau tidak, keterlambatan
tersebut akan mencitrakan anda sebagai orang yang mengabaikan kontrak kerja.
·
Komunikasi
buruk
Bekerja dalam tim,
artinya Anda tak bisa hanya menghandalkan diri sendiri. Koordinasi dengan rekan
kerja sangat penting, sehingga kemampuan diplomasi dan kerja sama sangat
diperlukan.
Bukan saja
komunikasi verbal, ini pun mencakup hal lain seperti tidak responsif menanggapi
e-mail dan telepon dari kantor.
·
Kecanduan
Media Sosila
Cara lain untuk
mendapatkan pekerjaan dalam bahaya adalah kegandrungan anda yang berlebihan
terhadap Media Sosial. Bayangkan saja, jika sebentar sebentar Anda melihat update sosial media, membalas komen,
atau bermain gameonline, bisa terbayang berapa banyak waktu yang terbuang dan
berapa banyak pekerjaan yang harusnya sudah bisa diselesaikan.
Pada beberapa
perusahaan telah membatasi dan mengeblok situs – situs tersebut.
·
Tata Bahasa
Jika anda memiliki
kebiasaan asal bicara, maka mulailah untuk belajar mengontrolnya. Membicarakan
sesuatau yang “tidak nyambung” dengan
topik diskusi bisa mengancam karier kita di perusahaan. Berkata-kata
dengan tata bahasa yang buruk atau pilihan kata yang tidak sopan pun membuat
anda terlihat kurang pendidikan.
Untuk pihak lain
bisa saja itu sangat menyakitkan meski Anda mengemukakan dengan gaya bercanda.
Untuk itulah, ketika dikantor, kita harus bicara sopan seolah – olah atasan
selalu memperhatikan.
·
Individualis
Salah satu
kebiasaan buruk yang akan memicu masalah adalah ingin mengerjakan sesuatu
sendirian atau memilih self oriented. Independensi memang baik untuk beberapa
hal, tetapi ketika bekerja di kantor, khususnya dalam sebuah tim, hal ini tidak
lagi relevan. Justru, orang-orang yang bisa bekerja dalam tim menghasilkan
kinerja yang lebih baik. Alasannya adalah mereka bisa menghargai kemampuan
orang lain, membantu orang lain, tidak mengerjakan hal yang tidak perlu, dan
sebagainya. Jika kita tidak bisa bekerja sama dalam tim, rekan kerja pun tidak
akan bisa membantu bila sewaktu-waktu kita menghadapi masalah.
Nah, jika kita ingin karier kita lancar maka
cobalah untuk membenahi diri dengan memperhatikan aspek-aspek penyebab gagalnya
kenaikan karier. Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat untuk meningkatkan
karier anda. Amin.