Timer

Minggu, 19 April 2015

Unknown

kebiasaan penghambat karier

Setiap orang khususnya yang telah aktif dalam dunia pekerjaan tentunya menginginkan adanya peningkatan karier. Segala usaha dan upaya pun dilakukan agar posisi karier beranjak ke anak tangga yang lebih tinggi lagi, namun terkadang peningkatan ataupun promosi dalam karier tak kunjung datang. Nah jika hal ini terjadi, jangan dulu menyalahkan atasan ataupun manajemen kantor. Pasalnya, penilaian atas seorang karyawan bisa saja mencakup banyak hal. Siapa tahu, justru kebiasaan buruk anda yang menjatuhkan “nilai” didepan atasan.
Tela’ah dan perbaiki sebelum Anda membayar kesalahan tersebut dengan kehilangan pekerjaan, ya.
·        Berbohong
Bentuknya bisa bermacam-macam. Bukan sekedar mengaku sudah menyelesaikan dokumen tertentu dan telah mengirim fax padahal Anda samasekali belum melakukannya, tapi bisa juga dengan memalsukan identitas, melakukan peniruan atau plagiat, mengotak-atik catatan jam lembur atau reimburse, dan bentuk kebohongan lain.
Memanfaatkan ketidaktahuan pemilik perusahaan untuk memperkaya diri jelas merupakan pekerjaan yang membuat karier dalam bahaya. Begitu pula jika anda membuat kredibilitas perusahaan terancam karena melakukan plagiat.
·        Suka Menunda
Kebiasaan ini jelas akan merugikan diri sendiri. Saat bekerja dalam tim dan Anda adalah satu-satunya orang yang suka menunda pekerjaan, kebiasaan ini juga akan merugikan “nasib” anggota tim tertahan pada anda.
Lebih buruk lagi, apabila sudah tertahan pada anda lalu proyek tersebut gagal pula. Maka tak heran, karyawan yang terbiasa menunda pekerjaan hingga membuat deadline terlambat cenderung tak dipercaya memegang proyek besar.
·        Sikap Negatif
Beberapa diantara kita mungkin pernah menggosip dan mengeluh. Lakukan hal ini sesering mungkin jika ingin pekerjaan anda dalam ancaman bahaya. Ingat, semua kebiasaan ini tak akan membuat hidup jadi lebih mudah. Justru, rekan kerja akan merasa terganggu. Contoh lain, kadang ketika terlalu asik berbincang, misalnya, Anda lupa bahwa rekan kerja itu datang kekantor untuk bekerja, bukan hanya bersosialisasi. Tentunya kita tidak ingin menjadi seseorang yang dijauhi ditempat kerja, bukan? Oleh karena itu, lebih baik kontrol diri dan atur volume suara Anda.
Nilai tambah akan diperoleh bila Anda berkontribusi Positif terhadap pekerjaan, perusahaan, bukan dengan memberikan sumbangsih aura negatif di kantor.
·        Datang terlambat
Sering datang terlambat kekantor atau saat kembali dari istirahat makan siang, mencerminkan ketidakpedulian.
Untuk itulah, sebisa mungkin usahakan datang ontime atau sedikit lebih awal untuk menunjukkan komitmen Anda terhadap perjanjian kerja yang sudah disepakati. Pasalnya, disengaja atau tidak, keterlambatan tersebut akan mencitrakan anda sebagai orang yang mengabaikan kontrak kerja.
·        Komunikasi buruk
Bekerja dalam tim, artinya Anda tak bisa hanya menghandalkan diri sendiri. Koordinasi dengan rekan kerja sangat penting, sehingga kemampuan diplomasi dan kerja sama sangat diperlukan.
Bukan saja komunikasi verbal, ini pun mencakup hal lain seperti tidak responsif menanggapi e-mail dan telepon dari kantor.
·        Kecanduan Media Sosila
Cara lain untuk mendapatkan pekerjaan dalam bahaya adalah kegandrungan anda yang berlebihan terhadap Media Sosial. Bayangkan saja, jika sebentar sebentar Anda melihat update sosial media, membalas komen, atau bermain gameonline, bisa terbayang berapa banyak waktu yang terbuang dan berapa banyak pekerjaan yang harusnya sudah bisa diselesaikan.
Pada beberapa perusahaan telah membatasi dan mengeblok situs – situs tersebut.
·        Tata Bahasa
Jika anda memiliki kebiasaan asal bicara, maka mulailah untuk belajar mengontrolnya. Membicarakan sesuatau yang “tidak nyambung” dengan  topik diskusi bisa mengancam karier kita di perusahaan. Berkata-kata dengan tata bahasa yang buruk atau pilihan kata yang tidak sopan pun membuat anda terlihat kurang pendidikan.
Untuk pihak lain bisa saja itu sangat menyakitkan meski Anda mengemukakan dengan gaya bercanda. Untuk itulah, ketika dikantor, kita harus bicara sopan seolah – olah atasan selalu memperhatikan.
·        Individualis
Salah satu kebiasaan buruk yang akan memicu masalah adalah ingin mengerjakan sesuatu sendirian atau memilih self oriented. Independensi memang baik untuk beberapa hal, tetapi ketika bekerja di kantor, khususnya dalam sebuah tim, hal ini tidak lagi relevan. Justru, orang-orang yang bisa bekerja dalam tim menghasilkan kinerja yang lebih baik. Alasannya adalah mereka bisa menghargai kemampuan orang lain, membantu orang lain, tidak mengerjakan hal yang tidak perlu, dan sebagainya. Jika kita tidak bisa bekerja sama dalam tim, rekan kerja pun tidak akan bisa membantu bila sewaktu-waktu kita menghadapi masalah.

Nah, jika kita ingin karier kita lancar maka cobalah untuk membenahi diri dengan memperhatikan aspek-aspek penyebab gagalnya kenaikan karier. Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat untuk meningkatkan karier anda. Amin.  

Unknown

About Unknown -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :